Kenapa Harus Beli Properti Sekarang?


Oleh Ojon Abi ZidnaDiposting pada 12/04/2018
Banyak alasan memang untuk segera beli properti walau memang keadaan keuangan masih belum mencukupinya. Setidaknya dengan sistem kredit Syariah bisa dilakukan. Walau demikian, memang anda harus melihat keadaan diri anda yang sebagai pembeli properti, untuk hunian atau untuk komersial. Hal ini sebagai cara mengukur tindakan sesuai kemampuan ketika membeli properti dengan keuangan terbatas.

Salah satu yang menjadi fakta keharusan segera beli properti adalah harga bahan bangunan selalu naik. Bila bahan bangunan saja selalu naik maka properti pun ikut naik, otomatis. Ini logika yang paling sederhana yang bisa diterima semua orang tanpa harus mengerti properti. Kalau pun sekedar membeli tanah tanpa bangunan, tanah yang ditunggu untuk dibeli pun bisa naik juga. Kecuali anda membutuhkan properti pada orang yang butuh uang maka harga properti bisa murah.

Dalam hal ini, Saya akan sharing lebih detail kepada Anda mengapa Anda harus beli properti sedini mungkin.

Harga Properti Selalu Naik
Setiap tahun harga properti selalu naik, hampir dipastikan seperti ini. Kenapa? Banyak hal yang melatarbelakangi naiknya harga properti tiap tahun. Kenaikan pun ada yang sampai 30% diantara kenaikan harga properti lainnya. Tentu, hal ini juga memperhatikan lokasi properti. Bila memang lokasi properti berada di tempat yang strategis untuk kegiatan membuka usaha, maka bisa lebih mahal dari properti yang berada di tempa yang kurang strategis.
 kenapa harus beli properti
kenapa harus beli properti
Catatan penting adalah, keadaan ini membuat kepentingan memiliki hunian menjadi hal yang menyulitkan. Di saat mengalami inflasi, harga properti naik, tentunya juga sedang mengalami kenaikan berbagai hal kebutuhan pokok yang cukup mengganggu keuangan sebagian orang. Impian pindah hunian ternyata mengalami halangan karena sudah terjadi kenaikan harga properti di tempat yang diinginkan.

Kenaikan Penghasilan Anda Tidak Selaras Dengan Kenaikan Harga Properti
Bila anda beli properti dengan terlebih dulu menabung 1 juta per bulan dari penghasilan anda, lalu memimpikan properti rumah seharga 200 juta, tentu salah cara menabung yang anda lakukan. Karena hanya menghasilkan kurang dari seratus juta, ini pun kalau memang giat menabung. Pas terkumpul 100 juga, ternyata harga properti naik sudah menjadi 300 juta. Hal ini membuat hal sulit malah dipersulit.

Setidaknya anda tidak perlu mengincar target properti yang diluar jangkauan keuangan anda. Anda bukan pebisnis properti yang belum mampu dalam meraup keuntungan 300 juta hanya bermodal 10 juta bahkan tanpa modal setelah beli properti seharga 100 juta.

Keterbatasan Lahan
Menurut hukum Geografi bahwa suatu wilayah memiliki batasan wilayah. Bila memiliki batasan wilayah maka akan membuat hukum peraturan jumlah hunian. Ketika terjadi lonjakan penduduk di salah satu wilayah, solusi terbaik adalah melakukan migraasi ke wilayah lain guna mendapat hunian yang lebih baik lagi.

Untuk itu, sekedar mengikuti fakta yang terjadi, maka penting beli properti secepatnya karena memang akan mengalami keterbatasan lahan. Hal yang masuk akal adalah, ini akan mengalami kenaikan permintaan. Justru dengan naiknya permintaan membuat harga properti bisa saja menjadi mahal. Jadi, jangan menunda beli properti bila sudah ada kesempatan yang tepat dengan harga yang tepat.

kenapa harus beli rumah sekarang
Kontrol Ada Ditangan Anda
Investasi emas ada resiko kehilangan, investasi ke saham akan mengalami kerugian akibat harga saham merosot. Namun bila beli properti sebagai investasinya, baik untuk hunian pribadi atau ruko, walau bangunan terkena banjir atau terbakar, setidaknya ada bekas yang masih utuh yaitu tanah. Sampai kapanpun, selagi tidak ada sengketa hak milik tanah, maka tanah tetap aman. Ini menjadi pertimbangan dalam hal beli properti di waktu yang cepat dan tepat.

Properti Merupakan Salah Satu Investasi Terbaik
Salah satu contoh yang terbukti yang menjadi kaya raya dari bisnis properti adalah pemilik McDonald’s. Ketika pemilik McDonald’s ditanya beberapa mahasiswa, “Bisnis apa yang bapak lakukan?” Ia menjawab, “Bisnis properti”. Langsung saja beberapa mahasiswa tertawa karena yang mereka tahu bahwa ia adalah pengusaha hamburger. Padahal, sebenarnya yang dijual dan menghasilkan keuntngan besar adalah properti. Ini menandakan bahwa invetasi properti memang salah satu investasi terbaik dari segi jumlah keuntungan.

Di samping itu, investasi properti adalah kebutuhan untuk hunian keluarga anda, menjadi kebutuhan primer untuk keluarga anda. Tidak ada yang sebaik properti dalam melindungi aset berharga yaitu manusia.

Bisnis Properti Tidak Perlu Keahlian
Bisnis properti dalam arti memiliki aset properti tidaklah memerlukan keahlian yang ribet. Ketika Anda memiliki lahan dengan bukti yang legal berupa SHM, maka Anda sudah berbisnis dengan aman. Properti itu didiamkan saja harganya naik, apalagi jika kita memproduktifkannya. Cukup tanami jika ia berupa kebun atau bangun ruko jika di samping jalan atau bangun rumah untuk dikontrakan jika dalam cluster, maka passive income sudah di depan mata.

Properti di Indonesia Perlu Kita Kuasai
Nah, ini yang perlu kita sadari bersama, bahwa penguasaan properti di Indonesia ini telah dikuasai oleh segelintir orang yang notabene kurang pro rakyat dan kaum muslim. Ada segelintir elite, yaitu 0,2 persen penduduk, menguasai 56 persen aset nasional dalam bentuk kepemilikan tanah (Sumber : Salamuddin Daeng(SD), Insititut Global Justice (IGJ). Sangat Ironis bukan?

Menurut Versi beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) Sebuah perusahaan swasta milik taipan bisa menguasai lahan seluas 2,5 juta hektar dan 1,5 juta hektar versi panglima TNI sebagaimana di sebut di majalah Forum Keadilan. Sedangkan berdasar laporan Bank Dunia pada 15 Desember 2015, Hafid menyebutkan, sebanyak 74 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh 0,2 persen penduduk. Termasuk penguasaan lahan 5 juta hektar oleh taipan yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya pertama di Indonesia.

Idealnya distribusi tanah mengikuti formula 1 juta untuk orang kaya, 2 juta untuk kelas menengah, dan 3 juta untuk masyarakat miskin. – CNN Indonesia

Oleh karena itu, mental memiliki properti harus kita install di benak kita dan anak-anak kita. Buang jauh-jauh mental jual properti.

Ingat tips dalam beli properti berikut
tips beli properti